Advertisement

Bogor │ newspkp.com – Desa Buloh, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, telah diadakan pemilihan Kepala Desa yang diikuti oleh lima (5) calon, salah satunya adalah perempuan (Sri Darningsih). Pemilihan dengan sistem “bumbung dan biting” itu akhirnya menghantarkan calon perempuan terpilih dengan suara terbanyak. Senin (05/08/1957).

Peristiwa ini menjadi sejarah lantaran baru pertama kalinya ada calon perempuan dan juga kemenangan yang diraihnya. Di berbagai wilayah lainnya, terjadi penolakan terhadap calon lurah perempuan dengan mengacu kepada IGO 1907 Nomor 212 pasal 5 Ayat 1. Ketentuan IGO tersebut bukan hanya melarang perempuan untuk dipilih tetapi juga untuk memilih.
Wedana Ngawen Mimam waktu ditanya atas dasar apa ia sebagai Komisi menerima calon perempuan menjawab bahwa berdasarkan Undang-Undang Dasar Sementara RI yang pokoknya tidak mengenal perbedaan antara kelamin setiap warga negara sesuai dengan kecakapannya berhak atas pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan. “Dengan dasar itu sajalah saya menerima calon wanita itu, lain tidak.” pungkasnya.
Novian Rizal Asbari

 379 total views,  3 views today

loading...

By newspkp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *