Advertisement

Sukajaya | newspkp.com – Bencana alam di awal bulan Januari tahun 2020 lalu yang telah menggerus seluruh tempat tinggal warga kampung Ranca Nangka Sukajaya kabupaten Bogor, telah meninggalkan kepiluan yang teramat dalam. Hal ini nampak terlihat dari wajah – wajah resah yang tergambar di sana, ketika awak media newspkp.com mengunjungi rumah-rumah relokasi yang di isi oleh warga terdampak bencana alam tanah longsor Sukajaya Bogor Barat diawal tahun 2020 Januari. Media mencoba mencari tahu kehidupan mereka setelah 1 tahun berlalunya tragedi bencana longsor yang memilukan hati mereka.

Tempat area penampungan yang berupa rumah sangat sederhana yang berada di Cipugur Sukajaya Kabupaten Bogor, memang telah berdiri disana, meski terlihat sederhana dan dengan kondisi jalan yang ada disana jauh dari kata bagus dari sisi infrastruktur sebagai sarana jalan untuk ukuran kampung.

Di wilayah Cipugur terlihat barisan rumah-rumah relokasi yang diisi oleh warga yang terdampak bencana tanah longsor tersebut terjajar model barak dan kopel yang dibangun oleh pemerintah kabupaten Bogor tahun lalu.

Media mencoba mewawancarai salah seorang warga yang merupakan korban dari bencana tanah longsor, sebut saja kang Adi. Kepada media Adi mengatakan bahwa dirinya dan keluarganya sangat terasa sekali akibat bencana alam tanah longsor yang terjadi dikampungnya di bulan Januari 2020 tahun lalu, dimana dia juga menyaksikan bagaimana bencana alam itu terjadi yang telah menyapu kampungnya itu. Saat mengatakan perihal peristiwa itu nampak matanya berkaca-kaca ketika menceritakan bencana alam tersebut terjadi. (18/01/2020).

Adi berharap kepada pihak pemerintah baik pusat dan daerah secepatnya memberikan bantuan lain selain rumah relokasi, juga agar jalan di sekitar rumah lelokasi tersebut cepat dibangun dan Adi juga meminta pemerintah lebih memperhatikan kehidupan para korban bencana alam tanah longsor ini dari segi lapangan kerja, mereka sebelum bencana alam itu terjadi banyak para korban bencana alam ini berpropesi sebagai peladang dan petani, namun harta mereka yang berupa kebun dan sawah kini telah hilang bersama rumah – rumah mereka yang disapu tanah longsor, sehingga saat ini banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan utama mereka. Harapan masyarakat korban bencana alam ini, pemerintah baik pusat dan daerah dapat lebih melihat kehidupan mereka dalam menjalani kehidupan sehari – hari selama ada di wilayah relokasi tersebut, dengan menciptakan lapangan kerja dan usaha ekonomi kerakyatan lainnya untuk mereka. Dengan harapan agar terciptanya bantuan modal usaha kecil yang diharapkan oleh masyarat dalam menjalani hidup sehari-harinya itu.

 

Reporter: Nuryanih


 426 total views,  1 views today

loading...

By newspkp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *