Advertisement

Leuwiliang │ newspkp.com – Berserakannya puing-puing di areal masuk terminal Leuwiliang yang seolah dibiarkan menjadi perhatian publik yang melintas di jalan tersebut tepatnya di areal PUPR kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor.

Awak media newspkp.com mencoba menelusuri dengan mengajak berdialog salah seorang pemilik warung yang ikut dibongkar. “Tega sekali pemerintah pada kami pedagang kecil. Padahal kalau mereka tahu saya berjualan kopi di warung ini demi menghidupi anak-anak saya. Sungguh saya tidak menerima secara lahir bathin kalau tempat usaha saya di pandang negatif. Saya masih punya iman.” tuturnya sambil mengumpulkan barang-barang bekas dia berdagang untuk dibawa ke rumahnya. Selasa(26/01/2021).

Menurut salah satu pengurus komunitas pedagang kaki lima Leuwiliang terkait aksi pembongkaran tersebut pada tanggal 24/01/2021 menuturkan “Terkesan akal-akalan. Karena pada saat eksekusi tidak memegang surat perintah dari instansi terkait. Minimal ada surat pemberitahuan dari dinas PUPR. Surat perintah pembongkaran tersebut justru datang dari Pemdes (Pemerintah Desa) tanpa adanya tembusan ke dinas PUPR di dalam surat yang di terbitkan tanggal 22/01/2021.” pungkasnya.

 

NRA


 248 total views,  1 views today

loading...

By newspkp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *