Advertisement

Leuwiliang │ newspkp.com – Kebijakan yang tak berpihak kepada para pedagang membuat nasib pedagang kecil yang berada di seputaran terminal Leuwiliang makin hari makin tersisih dan tersingkirkan.

Salah satu pedagang bubur Mas Tri yang sudah berdagang di Leuwiliang selama 5 tahun mengungkapkan isi hatinya saat dimintai keterangan oleh awak media “Kami sudah mengikuti aturan dari pemerintah untuk mengikuti Prokes (Protokol Kesehatan) 3M, demi agar kami bisa berdagang dan menambah penghasilan untuk biaya kehidupan kami sehari-hari. Tapi untuk beberapa hari ini kami merasa nasib kami tidak diperhatikan. Kami juga manusia yang perlu biaya untuk hidup” ungkapnya.

Uda Andi salah satu pedagang lukisan mengatakan “Saya memakai lahan yang belum di manfaatkan oleh instansi terkait, dan saya juga mulai berdagang mengikuti aturan yaitu mulai sore hari dan juga tidak lupa saya selalu menghimbau untuk para pengunjung yang mampir ke tempat saya untuk memakai masker, demi mengikuti aturan yang sudah di tetapkan oleh pemerintah. Dan saya berharap kepada pemangku kebijakan untuk memberikan kami fasilitas untuk berjualan kembali. Kalau kami tidak bisa berjualan, anak dan istri kami mau makan apa?. Dan dari mana kami bisa usaha kalau tempat usaha kami di tutup saat sekarang ini” tuturnya ke awak media sembari meneteskan air mata.

 

Para pedagang yang lain juga berharap dan meminta kepada pemangku kebijakan agar bisa memberikan lahan untuk berdagang “Lahan seperti yang dulu. Yaitu di Auning yang peruntukan belum di gunakan, biarkanlah kami berdagang dan kami akan turuti aturan pemerintah tentang Covid-19 ini. Tolong perhatikan nasib kami” kata para pedagang yang lain.

Reporter: Agus Tiro

 


loading...

By newspkp

One thought on “NASIB PEDAGANG KECIL YANG SEMAKIN TERSISIH. INILAH YANG TERJADI..”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *